Takutnya jadi Pimpro

Usaha pemberantasan korupsi yang semakin gencar tidak hanya ditargetkan mengembalikan uang negara tapi juga bisa jadi semacam shock therapy agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Gemuruh penegakan tindak pidana korupsi telah berhasil menyeret mulai dari kepala desa sampai anggota DPR. Upaya ini sedikit banyak berhasil membuat keder aparat pemerintah untuk melakukan korupsi kecuali tentu bagi mereka yang pengin mencoba seragam tahanan rancangan distro-nya KPK.

Kalo dulu rasanya ditempatkan di posisi “basah” dianggap sebagai berkah karena orientasinya hanya tentang banyaknya jumlah uang yang mengalir untuk diatur,memang sampai sekarang tetap saja lengket sebagai berkah tapi sekarang posisinya sangat mudah berbalik dalam sekejap dari berkah berganti menjadi musibah. Lanjutkan membaca ‘Takutnya jadi Pimpro’

free rider Pemilu

Komisi Pemilihan Umum telah resmi menetapkan 34 partai politik yang berhak mengikuti Pemilu 2009  7 juli lalu. jumlah ini lebih banyak dari pemilu 2004 yang waktu itu diikuti 24 partai. Bertambahnya partai menjadikan pilihan publik semakin beragam serta membuat partai perlu semakin bekerja keras meraih dukungan publik.

Memang, bertambahnya partai hampir pasti akan diikuti dengan semakin bercoraknya komposisi parlemen yang dikhawatirkan membuat proses legislasi dan upaya membangun koalisi semakin berat. tapi masalah seperti ini tidak akan cukup berarti jika anggota legislatif dari partai semakin memperkuat daya Representasinya, fungsi yang rasanya belum optimal melihat performance DPR sampai saat ini. pengaruh partai sangat dominan dalam membangun kualitas DPR.

Ketentuan peralihan tentang tentang pembatalan batas minimal perolehan suara dalam Undang undang Nomer 10 tahun 2008 tentang Pemilu dapat menjadi bukti. Aturan ini lebih tampak sebagai hasil kompromi kepentingan partai-partai di DPR daripada lahir dari semangat representasi yang mereka emban.

Keputusan KPU untuk menetapkan 34 partai mengikuti pemilu 2009 bukannya tanpa masalah. dasar formal yang digunakan KPU adalah UU No 10 tahun 2008 tentang pemilu padahal Majelis konstitusi telah menganulir pembatalan ketentan batas minimal perolehan suara.

KPU sampai saat ini masih bergeming dengan keputusannya karena menilai hasil judicial review undang undang Pemilu oleh MK tidak dapat berlaku retroaktif. kini tantangan untuk KPU kembali muncul sejak gugatan empat partai politik peserta pemilu 2004 yakni PSI, PNUI, Partai Merdeka dan Partai Buruh dikabulkan oleh PTUN merujuk kepada Keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pemberlakuan pasal 316 huruf d UU no.10/2008 tsb dengan pertimbangan kesamaan dan kedudukan parpol yang tidak mencapai electoral treshold.

Menjalankan amanat konstitusi dengan tetap menerapkan Electoral treshold meski kuat dasar hukumnya sepertinya tidak akan dilakukan KPU. kemungkinannya berkisar antara menolak tuntutan partai tsb atau memilih kompromi politik dengan mensahkannya sebagai peserta pemilu.

Apapun langkah yang diambil, KPU harus tepat dalam mengambil keputusan agar kelak hasil pemilihan tidak gampang digugat.

Kenapa atlet renang sehabis pertandingan selalu pakai shower?

Awalnya sih cuma niat buka akun e-mail di yahoo tapi kebetulan ada artikel bagus disana seputar berbagai misteri unik yang bikin penasaran banyak orang yang terjadi saat Olimpiade Beijing. mulai dari misteri siapakah wanita cantik yang membawa bendera kontingen Paraguay saat upacara pembukaan sampai misteri menghilangnya atlet renang AS Cullen Jones.

Semua misteri ini coba diungkap oleh the Fourth-Place Medal Investigative Unit, sedikit mirip Dan Detective School lah, dan salah satu hasil investigasinya adalah tentang misteri shower atlet renang ini.

Segera setelah menyelesaikan perlombaan renang, para atlet biasanya langsung pergi ke tempat Shower meski disana mereka hanya sekedar membilas rambut atau hanya membasahi tangan. Tentu masih dengan perhatian penonton dan sorotan penuh kamera. Mereka biasanya juga memperhatikan perolehan nilai lomba dari tempat shower yang kebetulan selalu ada di tempat terbuka dekat kolam pertandingan digelar.

Sepertinya memang mudah menemukan jawaban misteri seperti ini. Ga perlu punya kemampuan seperti Conan pun kita sudah punya dua kemungkinan yaitu antara membersihkan klorin dari badan atau mereka cuma sekedar iseng aja :mrgreen:

Bukan itu ternyata jawabannya,

Alasan atlet renang membilas badan mereka tiap habis selesai berenang adalah untuk menjaga agar otot mereka tetap hangat karena temperatur air di kolam dengan udara berbeda. perbedaan temperatur ini bisa membuat otot kram, untuk menghindarinya shower jadi pilihan.

Dimulainya Olimpiade Beijing

Seru rasanya nonton upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 semalam yang disiarkan lansung TVRI sebagai official tv patrtner. Opening Ceremony olimpiade kali pantas kalo dibilang yang paling seru dan meriah dibanding pembukaan Olimpiade 2000 di Australia atau upacara pembukaan piala dunia 2002 Korea-Jepang. katanya sih acaranya mulai pukul 8 lebih 8 menit waktu setempat, orang China memang percaya bahwa angka delapan selalu membawa keberuntungan.

Rangkaian acara yang digelar di stadion Nasional “sarang burung” beijing dan dirancang sutradara nominasi oscar, Zhang Yimou, ini sukses memamerkan kepada dunia kemajuan yang telah dicapai China, negara (dulu) tirai bambu yang pernah menutup diri dari dunia luar.

Permainan kembang api, tarian kolosal, dan musik China dipadu dengan teknologi canggih tampak sangat memukau. China juga sempat memperagakan tiga astronot yang melayang-layang di udara seakan memberikan pesan bahwa sudah tiga Asrtonot yang telah berhasil dikirim China ke luar angkasa.

kontingen merah putih yang tadi malam berada di urutan ke-56 dalam defile atlet semoga saja bisa mempertahankan perolehan emas atau kalo perlu menambah koleksi emas dari cabang-cabang lain bukan cuma bulu tangkis.

Baju tahanan buat koruptor

Perdana menteri china Zu Rongji pernah mengucap sumpah di suatu hari di bulan maret 1998.

Untuk melenyapkan korupsi. Saya menyiapkan 100 peti mati. sebilan puluh sembilan umtuk para koruptor dan satu untuk saya jika saya berbuat sama.

Lain di China lain di Indonesia, rasanya SBY tidak perlu ikut-ikut menyediakan 100 peti mati buat koruptor ditengah diskursus tentang layak tidaknya hukuman mati diterapkan di indonesia. Yang terpenting adalah, dan inilah esensi dari penyimbolan peti mati oleh Zu Rongji, integritas dan kemauan politik penyelenggara negara untuk memberantas korupsi dengan memberikan hukuman yang memiliki Shock Therapy dan efek jera.

Perasaan anomali seringkali muncul melihat banyak koruptor yang meski telah divonis bersalah menggangsir uang rakyat tak terlihat raut ekspresi menyesal. mungkin mereka menganggap vonis majelis hakim lebih sebagai cobaan daripada sebagai konskuensi perbuatannya.

koruptor tidak jauh beda dengan teroris atau para pengedar narkoba malah koruptor juga tergolong seorang psikopat karena punya ciri suka berpenampilan sempurna, pandai bertutur, mempesona, punya daya tarik luar biasa, dan menyenangkan. Dia juga selalu membuat kamuflase rumit, memutar-balikkan fakta, menebar fitnah, dan berbohonguntuk mendapatkan kepuasan serta keuntungan sendiri (tempo, 8/8/08).

Tidak sulit mencari bentuk hukuman yang memiliki Shock Therapy dan efek jera buat para koruptor. Setidaknya  tidak ada perlakuan khusus buat penilep uang rakyat dalam masa penahanan dengan memberikan “pelayanan” yang sama dengan para napi lain bahkan jika perlu tidak ada pengurangan masa tahanan (remisi) setiap 17 agustus bagi narapidana tindak pidana korupsi.

Rencana komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan seragam khusus koruptor perlu didukung agar timbul efek jera dan perasaan malu menjadi tersangka korupsi. Semoga seragam seperti ini selanjutnya menyadarkan para koruptor bahwa korupsi bukanlah cobaan.

kontradiksi Demokrasi

Sewaktu Revolusi Islam Iran tengah mencapai puncaknya pada tahun 1979-1980, di negeri ini muncul seorang mullah yang, terutama oleh pengamat dan media barat, disebut sebagai “tokoh moderat dan demokrat” serta “rival utama” Imam Khomeini *pemimpin Revolusi Islam Iran* yaitu, Ayatullah Kazem Shariatmadari, yang waktu itu memimpin kelompok oposisi yang tergabung dalam partai Republik Rakyat Muslim (hezb-e Jombori-e khalq-e mosalman) sebagai lawan dari partai Republik Islam (hezb-e jombari-e Islam) yang berkuasa.

Sebagai “pejuang demokrasi”, Shariatmadari termasuk yang paling vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah. Suatu ketika, Ia datang menemui Khomeini untuk mendesak agar menginstruksikan rakyat supaya tidak terlalu memuja sang Imam. Dengan enteng Khomeini menjawab,

Anda bilang demokrasi harus ditegakkan, tapi anda justeru mendesak saya untuk memgbatasi kemauan rakyat.

IPDN dalam konstruksi media

Tak banyak lembaga pendidikan yang selalu memiliki porsi besar dalam setiap pemberitaan media massa di Indonesia seperti halnya IPDN. Ya, mungkin hanya IPDN lah lembaga pendidikan yang paling banyak dan lama diberitakan oleh media.

Perhatian pers awalnya tersita saat mencuat kasus kematian Wahyu Hidayat tahun 2009 yang lalu disusul dengan kasus kematian Cliff Muntu tahun lalu. Seolah jatuh di lubang yang sama, memang inilah kesalahan besar IPDN. Memang tak semestinya kekerasan muncul di sebuah lembaga pendidikan. Namun, upaya untuk terus berbenah telah banyak dilakukan, pun hingga sampai saat ini. Enam butir instruksi Presiden tentang pembenahan IPDN sungguh telah dijalankan dengan baik dan sistemik.

Sayangnya upaya Recovery ini luput dari sorotan media. Tampaknya pers di Indonesia saat ini lebih suka memuat berita negatif tentang kegagalan atau kekerasan daripada misalnya upaya keras suatu lembaga untuk berbenah.

Toh meski begitu, Pers tetap sukses mengkonstruksi gambaran negatif tentang IPDN dalam masyarakat. Media selama ini sukses memainkan sosok Defining Agent walaupun juga tak dapat dipungkiri di saat bersamaan juga memiliki kecenderungan News Slant/ Kecondongan berita untuk bias.

News Slant memang tidak mesti dilatarbelakangi sebuah kepentingan ataupun ideologi tapi justru dalam hal ini keputusan untuk memberitakan sisi negatif untuk tidak seimbang dengan sisi positifnya tidakkah juga turut berperan dalam mengkonstruksi gambaran negatif terhadap suatu lembaga?

Komentar Trimedya Panjaitan, Ketua komisi III DPR, dalam sebuah wawancara di Televisi menanggapi gempuran pemberitaan negatif terhadap kejaksaan terkait skandal kasus suap Urip cukup relevan dengan keadaan IPDN. Dia mengatakan bahwa Media seharusnya proporsional dalam memuat berita, bedakan antara Shock therapy dengan penghancuran Institusi. Dia juga menambahkan pers seharusnya turut pula membantu pembenahan kejaksaan bukan malah mebuat isu semakin crowded. Situasi seperti ini cukup tipikal dengan apa yang pernah dialami IPDN.

Pers mesti sadar bahwa mereka mengemban pula sisi edukatif dalam setiap pemuatan berita, tidak malah hanya dengan seenak hati memainkan Judgemental elementnya sebagai kartu truf. Pers haruslah konsisten menerapkan kaidah framing dalam pemberitaannya. Keterpenuhan unsur 5W+1H mutlak dalam sebuah berita yang baik dan etis.

Melalui monopoli proses framing inilah pes secara halus membangun konstruksi negatif IPDN dalam masyarakat yaitu dengan metode penyajian realitas dimana kebenaran tentang suatu kejadian tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus dengan hanya memberikan sorotan terhadap aspek-aspek tertentu saja. Tak aneh jika IPDN sangat identik dengan kekerasan.

It’s not the winner but the loser

pilkada langsung

pilkada langsung

Pilkada gubernur Jawa timur periode 2008-2014 telah usai digelar. Meski KPUD belum secara resmi melansir hasil perhitungan resmi, menurut Quick count LSI tampaknya Pilkada Jatim ini akan terus berlanjut ke putaran kedua. Berdasarkan UU No 12 tahun 2008, tentang hasil revisi terbatas Undang-undang 32 tahun 2004, Pilkada harus digelar dua tahap jika tidak ada pasangan calon yang mendapat perolehan suara lebih dari 30% .

Menurut hasil Quick Count Lingkaran Survei Indonesia (LSi), dua pasang calon yang dipastikan akan bertarung di putaran kedua adalah pasangan nomor urut lima, Soekarwo-Syaifullah Yusuf, dan pasangan nomor urut satu, Khofifah Indar P-Mujiono.

Pilkada tahap pertama kemarin cukup sukses meski angka golput mencapai 40%. Pilkada adalah sarana berdemokrasi yang berujung pada kesejahteraan rakyat. Semua orang, khususnya masyarakat provinsi yang pada jaman Belanda pernah bernama Oesthoek ini, berharap siapapun Gubernur terpilih nantinya semua kebijakan yang di ambil mestilah bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Pilkada Jatim ini juga tentu harus dapat menjadi media pencerdasan politik masyarakat jawa timur. Proses Pilkada yang telah banyak digelar di daerah juga kian mengukuhkan posisi daerah sebagai lini depan penjaga demokrasi.

Memang, banyak juga terjadi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada. Disinilah dibutuhkan kebesaran hati setiap pihak terutama para elit politik untuk mau bersikap legowo dalam menerima hasil pilkada sebagai Kompetisi demokratis. Pilkada sebagai proses politik haruslah berdampak positif bagi masyarakat. Seperti apa yang Anies Baswedan, Rektor universitas Paramadina, pernah katakan bahwa penentu berhasil atau tidaknya demokrasi is not the winner but the loser.

Passion to share

Kini semakin banyak saja orang yang keranjingan sama yang namanya blog, termasuk juga saya salah satunya :) . Kalo dipikir-pikir sih blogging memang lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya *bahasanya influencer sih gitu* apalagi sekarang sudah banyak blog hosting lokal Indonesia seperti dagdigdug, blogdetik dan banyak lainnya.

Makanya, kampanye gerakan sejuta blogger yang dicanangkan om Nuh saat Pesta Blogger 2007 kemarin perlu didukung. Ga perlu ambil pusing dengan tudingan Blogger itu Hacker atau apalah, Devil May Care. Ga perlu jadi Hacker kalo cuman untuk buat Blog!

Menkominfo memang juga pernah bilang kalo Blogger bukanlah pihak yang berhak menyebarkan informasi. It’s ok toh Blogging juga positif membangun budaya menulis. bangsa yang besar adalah bangsa yang siap memasuki budaya menulis, katanya sih begitu.

Ada satu kesamaan kalo semua Blogger di dunia dikumpulkan jadi satu *di ruang 3×4*. Semua Blogger pasti merasakan dan memiliki apa yang bahasa minangnya disebut Passion to share, hasrat untuk berbagi. Hasrat ini lah yang membuat kita terus betah Blogging, jadi rajin Blogwalking lah trus kalo ada sesuatu kejadian, atau apalah, yang menarik perhatian kita biasanya ada dorongan untuk kita tulis di Blog agar bisa share dengan yang lain.

Esensi blogging adalah berbagi. Passion ini juga lah yang membedakan Blogger dengan wartawan media mainstream. Kalo wartawan lebih menekankan sisi to cover dalam menulis berita, Blogger lebih pada sisi to share.

Hmm… Jadi intinya hari ini? Blogger ga ada yang pelit :mrgreen: makanya ayongeblog!

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur

1. Khofifah Indar Parawansa - Mudjiono 24.82%
2. Soetjipto - Ridwan Hisyam 21.28%
3. Soenarjo - Ali Maschan Moesa 19.57%
4. Achmady - Suhartono 7.72%
5. Soekarwo - Syaifullah Yusuf 26.61%

Quick Count dilakukan pada 23 Juli 2008.
Quick count dilakukan dengan mengambil sampel 400 TPS dari semua TPS yang ada di seluruh Provinsi Jawa Timur. Hasil Quick Cout dipresentasikan dalam konferensi pers di Surabaya. Hasil Quick Count juga disiarkan secara langsung (live) di TV One. Hasil quick count, pasangan Soekarwo - Syaifullah Yusuf unggul dengan perolehan suara 26.61%. Tetapi karena tidak ada pasangan yang berhasil meraih suara di atas 30%, kemungkinan ada Putaran II Pilkada Jawa Timur, yang mempertemukan pasangan Soekarwo - Syaifullah Yusuf dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono.

Sumber: Lingkaran Survei Indonesia

Halaman Berikutnya »